oleh

Inggris Sukses Rebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026 setelah Tundukkan Prancis dalam Drama Sepuluh Gol

Tim nasional Inggris mengamankan tempat ketiga pada ajang Piala Dunia 2026 setelah memenangkan laga sengit melawan Prancis. Bertanding di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat, The Three Lions menyudahi perlawanan Les Bleus dengan skor akhir 6-4. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu pagi WIB ini menyajikan drama sepuluh gol yang menghibur jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Kemenangan ini sekaligus menjadi pencapaian terbaik armada Gareth Southgate sejak mereka merengkuh trofi juara pada Piala Dunia 1966 silam. Keberhasilan membawa pulang medali perunggu melampaui catatan torehan edisi 2018 ketika mereka harus puas menyandang predikat peringkat keempat. Skuad muda Inggris tampil klinis sejak menit pertama guna meruntuhkan mental bertanding pasukan Didier Deschamps.

Bukayo Saka keluar sebagai bintang lapangan dengan sumbangan tiga gol. Penyerang sayap asal klub Arsenal tersebut membobol gawang Mike Maignan masing-masing pada menit ke-37, 46, dan eksekusi penalti pada menit ke-87. Tiga gol kemenangan Inggris lainnya dicetak oleh Declan Rice, Ezri Konsa, dan pemain pengganti Jude Bellingham yang mengunci kemenangan pada masa injury time.

Di kubu seberang, Prancis sejatinya memberikan perlawanan luar biasa pada paruh kedua. Kylian Mbappe memimpin kebangkitan dengan melesakkan dua gol pada menit ke-48 dan 66. Kendati gagal membawa negaranya menang, tambahan dua gol tersebut mengukuhkan nama Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total koleksi 22 gol. Dua gol Prancis lainnya disumbangkan oleh pemain pengganti Bradley Barcola dan Ousmane Dembele.

Babak Pertama Dominasi Penuh The Three Lions

Inggris langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Declan Rice sudah berhasil memecah kebuntuan. Gelandang jangkar ini berhasil merebut bola di lini tengah dan langsung melakukan tusukan ke jantung pertahanan Prancis. Sebelum memasuki area kotak penalti, Rice melepaskan tembakan keras berdaya ledak tinggi yang bersarang telak di pojok kiri gawang Mike Maignan. Skor berubah 1-0 untuk Inggris.

Gol cepat tersebut merusak rencana permainan Prancis yang tampak canggung di lini belakang. Memasuki menit ke-18, Inggris berhasil menggandakan keunggulan melalui situasi bola mati. Declan Rice yang bertindak sebagai eksekutor sepak pojok mengirimkan umpan lambung akurat ke dalam kotak penalti. Ezri Konsa yang memenangkan duel udara melepaskan sundulan tajam yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Prancis. Papan skor kembali berubah menjadi 2-0.

Prancis mencoba keluar dari tekanan dengan mengandalkan kecepatan sektor sayap, namun kedisiplinan barisan belakang Inggris membuat Kylian Mbappe dan kolega kesulitan menciptakan peluang bersih. Sebaliknya, serangan balik cepat Inggris justru kerap merepotkan lini pertahanan Prancis yang dikawal oleh duet bek tengah mereka.

Malapetaka bagi Prancis berlanjut pada sepuluh menit terakhir menjelang turun minum. Pada menit ke-37, Bukayo Saka mencatatkan namanya di papan skor setelah melakukan kerja sama umpan pendek satu-dua yang rapi dengan Marcus Rashford. Tembakan mendatar Saka gagal dibendung dan membawa Inggris menjauh dengan keunggulan 3-0.

Belum sempat Prancis membenahi organisasi permainan, Inggris kembali menambah penderitaan lawan pada masa injury time babak pertama. Berawal dari pergerakan lincah Eberechi Eze yang menyisir lini tengah, bola kemudian dialirkan kepada Saka yang berada di posisi ideal. Tanpa kontrol lama, Saka melepaskan tembakan silang mendatar ke tiang jauh yang membuat Maignan kembali memungut bola dari jalanya. Babak pertama ditutup dengan keunggulan telak Inggris 4-0.

Perubahan Taktik dan Kebangkitan Prancis di Babak Kedua

Tertinggal empat gol tanpa balas membuat Didier Deschamps mengambil keputusan ekstrem saat jeda pertandingan. Sang juru taktik langsung melakukan empat pergantian pemain sekaligus demi penyegaran strategi. Dayot Upamecano, Lucas Digne, Bradley Barcola, dan Ousmane Dembele dimasukkan untuk menambah daya gedor sekaligus memperkokoh lini pertahanan yang rapuh.

Strategi tersebut terbukti jitu dan langsung mengubah jalannya pertandingan sejak awal paruh kedua. Pada menit ke-48, Prancis akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui aksi Kylian Mbappe. Menerima umpan matang dari Michael Olise, Mbappe merangsek masuk ke dalam kotak penalti sebelum akhirnya menaklukkan penjaga gawang Inggris, Dean Henderson, lewat sepakan kaki kiri yang akurat. Skor berubah menjadi 4-1.

Gol tersebut melecut semangat juang para pemain Les Bleus. Hanya berselang enam menit kemudian, tepatnya pada menit ke-54, pemain pengganti Bradley Barcola mencetak gol kedua untuk Prancis. Menerima umpan terobosan akurat dari Mbappe, Barcola melepaskan tembakan keras ke arah tiang dekat yang tidak mampu dihalau oleh Dean Henderson. Prancis memperkecil jarak menjadi 4-2.

Pertandingan berjalan semakin sengit dan bertensi tinggi saat memasuki menit ke-66. Kombinasi apik ditunjukkan lini depan Prancis ketika Ousmane Dembele mengirimkan umpan kepada Mbappe di depan kotak penalti. Mbappe kemudian melakukan kerja sama satu-dua yang cepat dengan Michael Olise sebelum melepaskan tembakan terarah di muka gawang Inggris. Gol kedua Mbappe ini mengubah kedudukan menjadi 4-3 dan membuat jalannya sisa laga menjadi sangat menegangkan.

Drama Menit Akhir dan Kepastian Kemenangan Inggris

Prancis yang berada di atas angin terus mengurung pertahanan Inggris guna mencari gol penyeimbang. Gelombang serangan bertubi-tubi dilancarkan melalui umpan-umpan pendek cepat. Pada menit ke-81, Michael Olise mendapatkan peluang emas di depan gawang, namun tembakan penyelesaian akhirnya masih meleset tipis di sisi gawang Henderson.

Melihat timnya terus ditekan, Gareth Southgate melakukan perubahan taktik pada menit ke-79 dengan memasukkan Jude Bellingham dan Elliot Anderson untuk menyegarkan lini tengah serta meredam agresivitas Prancis. Keputusan ini terbukti krusiasi dalam menyeimbangkan alur permainan.

Petaka mendatangi Prancis pada menit ke-84 saat pertahanan mereka dipaksa melakukan pelanggaran. Djed Spence yang melakukan tusukan cepat ke dalam kotak terlarang dijatuhkan oleh pemain belakang Prancis, membuat wasit langsung menunjuk titik putih. Bukayo Saka yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang mengecoh Mike Maignan untuk mengemas hat-trick pada menit ke-87. Inggris kembali menjauh dengan skor 5-3.

Ketegangan belum berakhir karena Prancis kembali memperkecil ketertinggalan pada masa injury time. Menit ke-96, Ousmane Dembele berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan umpan lambung dari Dayot Upamecano. Dembele melakukan penetrasi cepat di sisi kiri pertahanan Inggris dan mengakhirinya dengan tembakan menyilang ke tiang jauh yang mengubah skor menjadi 5-4.

Harapan Prancis untuk memaksakan babak perpanjangan waktu akhirnya pupus dua menit berselang. Lewat sebuah skema serangan balik cepat yang mematikan, Jude Bellingham melesat membawa bola sendirian. Pemain tengah asal klub Real Madrid tersebut berhasil mengobrak-abrik barisan pertahanan Prancis yang lowong sebelum melepaskan tembakan jarak dekat yang menaklukkan Maignan pada menit ke-98. Skor 6-4 menjadi hasil akhir pertandingan yang sekaligus memastikan Inggris meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026.

Statistik dan Taktik Pertandingan

Laga ini menunjukkan efektivitas tingkat tinggi dari kedua tim dalam memanfaatkan peluang di lini serang. Inggris menerapkan taktik tekanan tinggi (high pressing) sejak babak pertama yang terbukti sukses merusak distribusi bola lini tengah Prancis. Transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi kunci utama The Three Lions mencetak empat gol paruh pertama.

Sementara itu, Prancis menunjukkan fleksibilitas taktik yang baik pada babak kedua dengan mengandalkan lebar lapangan setelah masuknya Dembele dan Barcola. Perubahan ini sempat membuat lini belakang Inggris kedodoran, sebelum akhirnya masuknya Bellingham mengembalikan stabilitas lini tengah Inggris hingga laga usai.

Jadwal dan Hasil Akhir Perebutan Tempat Ketiga

  • Pertandingan: Inggris vs Prancis

  • Skor Akhir: 6-4

  • Lokasi: Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat

  • Waktu: Minggu, 19 Juli 2026 pagi WIB

Susunan Pemain Masing-Masing Tim

Inggris (4-3-3): Dean Henderson; Djed Spence, Ezri Konsa, John Stones, Kieran Trippier; Declan Rice, Eberechi Eze (Jude Bellingham 79′), Conor Gallagher; Bukayo Saka, Marcus Rashford (Elliot Anderson 79′), Phil Foden. Pelatih: Gareth Southgate

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Ibrahima Konate (Dayot Upamecano 46′), William Saliba, Theo Hernandez (Lucas Digne 46′); Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot; Michael Olise, Antoine Griezmann (Bradley Barcola 46′), Kylian Mbappe; Randal Kolo Muani (Ousmane Dembele 46′). Pelatih: Didier Deschamps