FAM Ajukan Banding ke FIFA atas Kasus Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi
KUALA LUMPUR – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) Resmi Tanggapi Sanksi FIFA
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan akan mengajukan banding terhadap keputusan FIFA yang menjatuhkan denda dan skors kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Kasus ini mencuat setelah FIFA menilai adanya pemalsuan dokumen akta kelahiran kakek-nenek pemain yang digunakan untuk memenuhi syarat bermain di tim nasional.
Dalam keputusan yang dikeluarkan pada 25 September 2025, FIFA menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip kejujuran dan fair play dalam sepak bola internasional.
Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA, Jorge Palacio, menyebut bahwa dugaan pemalsuan ini “menyerang inti dari nilai-nilai sepak bola yang bersih dan sportif.”
Daftar Pemain Naturalisasi yang Terlibat
Tujuh pemain asing yang dinaturalisasi oleh FAM dan kini disorot FIFA antara lain:
-
Facundo Tomas Garces (Argentina)
-
Rodrigo Julian Holgado (Argentina)
-
Imanol Javier Machuca (Argentina)
-
Gabriel Felipe Arrocha (Spanyol)
-
Jon Irazabal Iraurgui (Spanyol)
-
Hector Alejandro Hevel Serrano (Belanda)
-
Joao Vitor Brandao Figueiredo (Brasil)
Para pemain ini sempat tampil gemilang dalam kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam pada kualifikasi Piala Asia AFC, 10 Juni lalu, di mana Holgado dan Figueiredo masing-masing mencetak satu gol.
Kronologi Kasus: Dari Laporan Hingga Sanksi FIFA
Kasus bermula ketika FIFA menerima pengaduan terkait kelayakan lima pemain sehari setelah pertandingan melawan Vietnam. Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan bahwa akta kelahiran yang diserahkan FAM berisi data yang tidak sesuai dengan catatan asli.
Departemen Registrasi Nasional Malaysia (NRD) juga dikonfirmasi tidak memiliki catatan asli atas dokumen yang digunakan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa dokumen tersebut telah dimodifikasi.
Akibatnya, FIFA menjatuhkan:
-
Denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar RM1,85 juta) kepada FAM
-
Denda 2.000 franc Swiss dan skors satu tahun dari seluruh kegiatan sepak bola bagi masing-masing pemain
Reaksi FAM dan Pemerintah Malaysia
Menanggapi hal ini, FAM menegaskan bahwa seluruh dokumen telah diverifikasi sesuai prosedur resmi dan tidak ada bukti kuat bahwa dokumen tersebut palsu. Mereka menilai para pemain telah bertindak dengan niat baik serta sepenuhnya mempercayai proses verifikasi yang dilakukan FAM.
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, mendesak FAM untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Ia menyebut para penggemar sepak bola Malaysia merasa “terluka, marah, dan kecewa” atas kasus ini.
Sementara itu, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, pemilik klub Johor Darul Ta’zim tempat tiga pemain tersebut bermain, mempertanyakan keputusan FIFA yang berubah setelah sebelumnya menyetujui naturalisasi mereka.
Langkah FAM Selanjutnya
FAM telah menyatakan niat untuk mengajukan banding tertulis dalam tiga hari setelah menerima pemberitahuan resmi dari FIFA. Mereka berkomitmen melindungi hak para pemain dan menjaga nama baik sepak bola nasional.
Pelatih Malaysia, Peter Cklamovski, dikabarkan tengah mempersiapkan skuad dengan sejumlah perubahan untuk menghadapi dua laga penting melawan Laos dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia.
Kesimpulan
Kasus ini menjadi sorotan besar di dunia sepak bola Asia, bukan hanya karena melibatkan pemain naturalisasi, tetapi juga karena menyangkut kredibilitas proses verifikasi dokumen oleh federasi nasional. Hasil banding FAM akan menjadi penentu masa depan sepak bola Malaysia di kancah internasional.
